Rabu, 02 Desember 2015

Feature

FEATURE
Diajukan untuk memenuhi tugas matakuliah Cyber Media
Dosen
Drs. Patria Hidayat



DISUSUN OLEH :
Ramdhan Herdiansah
132050043


ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL & ILMU POLITIK
UNIVERSITAS PASUNDAN
2015

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi komunikasi telah berpengaruh terhadap peran media massa cetak. Akibat perkembangan teknologi ini, media massa menjadi dijauhi dan menyebabkan manusia purna aksara menjadi buta aksara lagi. Hal ini disesalkan Marshall Mc Luhan, bahwa terdesaknya media cetak oleh media elektronik mengakibatkan tersisihnya sastra sebagai salah satu mata rantai komunikasi antar generasi. Namun dengan hadirnya media massa elektronik tidak menghapus keberadaan media massa cetak, bahkan diperlukan. Namun, persaingan antara media massa cetak dan media massa elektronik membuat media masa cetak harus memiliki sesuatu yang berbeda dari media massa elektronik. Di sinilah feature mengambil perannya dalam persaingan antar jenis media ini. Feature sekarang ini merupakan sesuatu yang tidak bisa tidak harus ada dalam surat kabar. Terutama dalam menghadapi persaingan dengan media elektronik yang juga memiliki jenis feature udara.
Menulis features seperti halnya menulis karya nonfiksi lainnya, seperti artikel, esai, laporan penelitian, dsb. Ia tetap ditulis dengan menggunakan data atau referensi. Namun, ia sangat berbeda dengan hard news di surat kabar. Features cenderung dipaparkan secara hidup sebagai pengungkapan daya kreativitas, kadang-kadang dengan sentuhan subjektivitas si penulis terhadap peristiwa, situasi, dsb. Oleh karena itu pada makalah ini kami akan membahas tuntas mengenai features.
1.1  Rumusan Masalah
·         Apa pengertian dari feature?
·         Apa jenis-jenis dan ciri-ciri dari penulisan feature?
·         Unsur-unsur apa saja yang terdapat dalam tulisan feature?
·         Bagaimana teknik menulis feature dan contohnya?
1.2  Tujuan Makalah
·         Mengetahui pengertian dari feature.
·         Mengetahui jenis dan ciri-ciri dari penulisan feature.
·         Menjabarkan unsur-unsur yang terdapat dalam tulisan feature.
·         Mengetahui teknik penulisan feature beserta contohnya.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Feature
Feature dalam arti luas merupakan tulisan-tulisan di luar berita, dapat berupa tulisan ringan, berat, tajuk rencana, opini, sketsa, laporan pandangan mata dan sebagainya. Sedangkan dalam arti sempit, feature adalah tulisan yang sifatnya dapat menghibur, mendidik, memberi informasi, dan lain sebagainya mengenai aspek kehidupan dengan gaya yang bervariasi (Zain, 1993). Lebih jauh Zain menjelaskan, beda feature dengan tajuk rencana, feature  mengemukakan opininya tidak kentara, menggunakan contoh-contoh, pelukisan suasana, meminjam pernyataan-pernyataan pihak yang bertanggung jawab dan lebih panjang, sedangkan tajuk rencana lebih rasional dan sangat pendek. Beda feature dengan cerpen dari sisi isinya, feature  berdasarkan fakta sebagian nilai jurnalistik, sedangkan cerita pendek lebih condong ke fiksi.
Santana (2005) mengemukakan, feature itu merupakan suatu informasi yang human interest , terkait dengan ketertarikan dan minat orang tentang people (orang) dan things (pikiran orang itu), yang mungkin  unusual (tidak lazim) dan ketidakbiasaan itu yang membuat informasi tersebut menjadi menarik. Kisah human interest feature,menurut Santana (2005) menjadi “hidup”, berwarna, ketika khalayak diajak membayangkan rincian atau detail, latar belakang peristiwa, dan tindakan-tindakan terentu. Cara demikian seakan-akan membawa pembaca media cetak, pendengar radio atau pemirsa televisi ketempat kejadian. Mengikuti apa yang diketahui dan dirasakan penulis, seperti sedih atau gembira.
Menurut Alexis McKinney, “Feature menemukan dampaknya di luar bidang dasar-dasar penulisan berita straight news dan di luar who-what-where-why and how yang tanpa polesan. Keabsahan, kekuatan, dan ciri pengenal feature terletak pada penetrasi imaginasinya bukan pada pemisahannya dari kebenaran dan pada pelonggaran kebenarannya, tetapi pada penembusannya ke dalam kebenaran yang khas dan khusus yang menggugah perasaan ingin tahu, perasaan simpati, perasaan skeptic, perasaan humor, perasaan cemas, atau perasaan takjub orang. Menulis sebuah feature dapat disebut sebagai presentasi cerdas tentang fakta-fakta dan gagasan-gagasan sehingga fakta-fakta dan gagasan-gagasan yang tidak kentara bisa menjadi pusat perhatian pengamat yang sambil lalu.”
Sedangkan menurut Charnley, istilah feature sebenarnya mencakup juga beragam berita yang mengandung isi yang nonimaginatif maupun yang nonemotif. Dalam arti yang luas, katanya, akan amanlah jika dikatakan bahwa feature adalah berita yang bahannya dipilih untuk disajikan terutama karena unsur beritanya bukan ditekankan pada aktualitas.
Menurut Wiliamson, “Feature adalah tulisan kreatif yang terutama dirancang untuk memberi informasi sambil menghibur tentang suatu kejadian situasi atau aspek kehidupan seseorang”. Wiliamson menekankan pengertian feature pada unsur kreativitas (dalam penciptaan), informatif (isinya) dan menghibur (gaya penulisannya) dan boleh subyektif (penuturannya). Ketiga syarat utama ini mutlak ada dalam feature, sedangkan unsur subyektifitas tidak mutlak.
Feature merupakan tulisan hasil reportase (peliputan) mengenai suatu objek atau peristiwa yang bersifat memberikan informasi, mendidik, menghibur, meyakinkan, serta menggugah simpati atau empati pembaca. (LeSPI, 1999-2000). Sisi-sisi kemanusiaan atau human interest merupakan aspek yang paling dominan dalam sebuah penulisan feature. Dalam penulisan feature, penulis sering memasukkan unsur kehendak, opini atau subyektifitas pandangan dari penulis itu sendiri. Opini itu tersamar dalam pelukisan suasana, penggunaan contoh-contoh, serta penyertaan nara sumber pilihan yang dapat dipertanggungjawabkan kredibilitasnya.
Feature dapat dikatakan juga sebagai artikel yang kreatif, terkadang subyektif, yang dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian, keadaan atau aspek kehidupan. Feature memungkinkan reporter ‘’menciptakan’’ sebuah cerita. Meskipun masih diikat etika bahwa tulisan harus akurat karangan fiktif dan khayalan tidak boleh, reporter bisa mencari feature dalam pikirannya, setelah mengadakan penelitian terhadap gagasannya itu. Secara kasar karya jurnalistik bisa dibagi menjadi tiga, pertama straight/spot News berisi materi penting yang harus segera dilaporkan kepada publik (sering pula disebut breaking news) Kedua, news feature, memanfaatkan materi penting pada spot news, umumnya dengan memberikan unsur human/manusiawi di balik peristiwa yang hangat terjadi atau dengan memberikan latarbelakang (konteks dan perspektif) melalui interpretasi. Dan ketiga, feature bertujuan untuk menghibur melalui penggunaan materi yang menarik tapi tidak selalu penting.
2.2.Ciri-Ciri Feature
1.      Lengkap
Sebuah feature disebut lengkap bila menyatukan bagian-bagian fakta dari suatu peristiwa, dan memadukan jalan pikiran penulisnya dalam bagian pendahuluan, rincian atau uraian , dan kesimpulan atau penutup (punch).
2.      Melawan Kebasian
Feature dapat menjadi alat ampuh melawan kebiasaan berita. berita hanya berumur 24 jam. Dengan feature, sebuah berita dapat dipoles menjadi menarik kembali dan tetap aktual.
3.      Non Fiksi
Feature merupakan pengungkapan fakta-fakta yang dirangkai menjadi satu kesatuan dan memebrikan gambaran yang jelas dan utuh kepada pembaca mengenai suatu peristiwa atau suatu objek.
4.      Bagian Dari Media Massa
Sebuah feature harus disajikan dalam media massa, baik cetak (surat kabar, majalah dan buletin) maupun elektronik (televisi, radio, web dan blog)
5.      Panjang tak Tentu
Belum ada ketentuan mengenai panjang pendeknya sebuah feature, sehingga tulisanfeature sangat bervariasi tergantung penulisnya. Panjang pendeknya sebuah feature tergantung pada penting-tidaknya peristiwa, menariknya aspek yang diungkap, dan bagaimana penulis berusaha mewarnai feature sehingga memikat dari awal sampai akhir.
2.3.Unsur-Unsur yang Terdapat Dalam Tulisan Features
2.3.1        Sifat-Sifat Feature
Feature merupakan berita yang berfungsi sama dengan berita umumnya, tetapi dengan gaya bahasanya yang terkesan seperti seni itu adalah ciri khas dari feature. Target yang ingin dicapainya adalah perasaan pembaca bukan rasio, seperti sasaran berita umumnya.
Ada beberapa sifat feature menurut Tempo (1979:6-8) yaitu:
Ø  Kreatif (adanya unsur kreativitas); Feature membutuhkan kreativitas penulisnya, dalam mencari objek tulisan yang khas, yang kadang-kadang merupakan peristiwa biasa, namun belum pernah atau jarang terungkap. Dalam penyusunan feature, penulis tidak terlalu terikat pada tekhnik penyajian tertentu. Penyajian feature dapat berbeda-beda tergantung pada kekhasan penulisnya. Kreativitas penulis sangat dituntut untuk menuturkan informasi yang diperolehnya. Penyajian permasalahan dikembangkan dengan kreativitas penulisnya. Kadang ada pakar yang menyebut feature lebih mendekati sastra. Persamaan ini dilihat dari sudut pandang tekhnik penyajiannya yang membolehkan pemanfaatan kreativitas. Kesamaan feature dengan sastra bukanlah dari sudut data dan fakta. Dalam feature tetap dimuat data dan fakta yang benar dan akurat.
Ø  Variatif (adanya unsur menghibur); Sebuah feature ditulis dengan gaya penulisan yang variatif dengan mampu membangkitkan imajinasi pembacanya. Diksi atau pilihan kata, komposisi atau rangkaian kata-kata, kalimat dan paragrafnya, dari fakta-fakta yang diperoleh ditulis tidak monoton, hidup dan variatif. Feature disusun dengan penyajian yang bisa membuat pembaca mengendorkan syaraf-syaraf yang tegang karena terlalu sibuk bekerja. Karena disajikan dengan gaya santai, feature diharapkan dapat menghibur pembaca. Feature adalah bentuk komunikasi yang santai. Feature banyak ditemukan dalam surat kabar mingguan. Sajiannya yang menghibur dapat membantu pembaca untuk menyegaran kembali pemikirannya. Surat kabar mingguan tidak tepat kalau isinya banyak berbentul berita langsung
Ø  Subyektif (adanya unsur subjektivitas) ; Feature bersifat subyektif. Yakni sangat tergantung sudut pandang, wawasan, intelektual, ketrampilan, dan karakter penulisnya. Dalam menyusun feature, penulis dibolehkan memasukkan unsur subjektivitas. Ini dimaksudkan agar feature bisa lebih menarik dan tersaji dengan lancar. Wartawan boleh memasukkan perasaan atau emosional sebatas untuk memudahkan penyajian, pikiran, dan oemahaman terhadap permasalahan dalam feature. Subjektivitas pada feature hanya sebatas untuk memudahkan penyajian, tidak untuk pengolahan data-data. Data-data yang subjektif hanya terdapat dalam sastra. Inilah yang membedakan feature dengan sastra. 
Ø  Informatif; Feature membantu pembaca dengan memperjelas suatu keadaan untuk merasakan gambaran dari suaru kejadian, atau mempengaruhinya bertindak atau percaya. Nilai informatif feature berbeda dengan berita langsung yang benar-benar menyajikan informasi. Informasi dalam feature lebih mendalam dan lengkap. Feature disusun dan ditujukan untuk mengemukakan informasi-informasi penting dan bermanfaat bagi pembaca. Feature memuat ibnformasi-informasi yang mungkin diabaikan dalam penulisan berita langsung. Banyak persoalan yang tidak layak menjadi berita atau reportase, namun perlu dan bermanfaat untuk diketahui masyarakat. Yang cocok untuk mengungkapkan hal ini adalah dengan melalui feature.
2.3.2        Jenis-Jenis Feature
Adapun jenis-jenis feature, di antaranya:
Ø  Feature Berita
Tulisan feature yang lebih banyak mengandung unsur berita, berhubungan dengan peristiwa actual yang menarik perhatian khalayak.
Ø  Feature Artikel
Tulisan feature yang lebih cenderung ke dalam sastra. Biasanya dikembangkan dari sebuah berita yang tidak actual lagi atau berkurang aktualitasnya. Misalnya, tulisan mengenai keadaan atau suatu kejadian, seseorang, suatu hal, suatu pemikiran, tentang ilmu pengetahuan.dan lain-lain yang dikemukakan sebagai laporan (informasi) yang dikemas secara ringan dan menghibur.
Berdasarkan tipenya, maka feature dapat dibedakan menjadi:
a.       Feature Human Interest (langsung sentuh keharuan, kegembiraan, kejengkelan atau kebencian, simpati dan sebagainya). Misalnya, cerita tentang penjaga mayat di rumah sakit, liku-liku kehidupan seorang guru di daerah terpencil, atau kisah seorang penjahat yang dapat menimbulkan  kejengkelan.
b.      Feature pribadi-pribadi menarik atau feature biografi. Misalnya riwayat hidup seorang tokoh yang m,eninggal, tentang seorang yang berprestasi, atau seseorang yang meiliki keunikan sehingga bernilai berita tinggi.
c.       Feature Perjalanan. Misalnya, kunjungan ke tempat bersejarah di dalam atau di luar negeri, atau ke tempat yang jarang di kunjungi orang. Dalam feature jenis ini, biasanya unsure subjektivitas menonjol, karena biasanya penulisnya yang terlibat langsung dalam pweristiwa/ perjalanan itu mempergunakan “Aku”, “saya”, atau “kami” (sudut pandang- point of view-orang pertama).
d.      Feature Sejarah, yaitu tulisan tentang peristiwa masa lalu, misalnya peristiwa proklamasi kemerdekaan, atau peristiwa keagamaan dengan memunculkan “tafsir baru” sehinggga tetap terasa aktual untuk masa kini. 
e.       Feature Petunjuk Praktis (Tips), artikel, Guidance Feature, atau mengajarkan keahlian- how to do it. Misalnya tentang memasak, merangkai bunga, membangu rumah, dan sebagainya.
f.       Feature komunitas di majalah atua koran sekolah, biasanya tipe informatif menghubungkan sekolah dengan bagian dari suatu komunitas yang berkaitan dengan murid. Banyak koran sekolah dewasa ini mempunyai feature tentang aspek-aspek pengadilan remaja, kepolisian, pendaftaran pemilu, unit gawat darurat rumah sakit, bahkan perawatan dirumah dan panti jompo. Jika dipakai, semua subjek ini harus menarik bagi pembaca di sekolah atau kampus.
g.      Feature Interpretatif, yaitu menjelaskan beragam aspek sekolah atau kampus, atau masyarakat pada umumnya, seperti pameran seni, pelajaran baru, perubahan syarat nilai kelulusan, problem keuangan sekolah atau pemda., dan sebagainya.
h.      Feature wawancara simposium, adalah diskusi panel tentang topik terbaru yang menarik pembaca. Beberapa contohnya adalah opini tentang sistem konseling, informasi mahasiswa, uang jasa untuk dosen, persyaratan kelulusan dan lain sebagainya. Latar belakang penulis harus dimasukkan dalam berita.
2.3.3        Struktur Feature
Struktur tulisan feature umumnya disusun seperti kerucut terbalik, yang terdiri dari:
1.      Judul (head)
2.      Teras (Lead). Lead, intro atau teras feature, berisi hal terpenting untuk menarikl perhatian pembaca pada suatu hal yang akan dijadikan sudut pandang dimualinya penulisan
3.      Bridge atau jembatan antara lead dan body
4.      Tubuh tulisan (Body)
5.      Penutup (ending) yang biasanya mengacu kepada lead, menimbulkan kenangan atau kengerian, menyimpulkan yang telah diceritaakan atau mengajukan pertanyaan tanpa 
2.4. Teknik Penulisan Feature
Setelah reporter mengumpulkan informasi berita, maka selanjutnya adalah proses penulisan dan penyusunan berita. Reporter harus menulis teras berita yang pendek tetapi menarik bagi pembaca sehingga mereka tidak cepat-cepat beralih ke berita lain.
Teras dari tulisan feature bukan ringkasan isi berita. Teras feature sering kali berisi contoh, kisah ringan atau pernyataan yang membuka nuansa berita. Teras berita yang unik, mencolok dan menarik dapat diaplikasikan saat menulis tulisan feature. Ketika reporter telah menyelesaikan wawancara dan observasi, dia harus memilih teras berita berdasarkan pertimbangan:
Ø  Bagian apa yang paling berpengaruh?
Ø  Kisah apa yang ingin disampaikan?
Ø  Apa yang membuat tulisan feature dapat dikatakan “kisah ini benar-benar menarik”?
Biasanya,  feature punya paragraf utama atau paragraf fokus sesudah teras berita. Paragraf inti atau fokus ini mengaitkan teras berita ke dalam fokus berita. Paragraf inti membantu pembaca memahami point utama berita dan memberi alasan bagi pembaca mengapa ia harus membaca berita tersebut. Paragraf utama akan memuat isi berita terkini jika berita feature ini dikaitkan dengan suatu kejadian. Mislnya, feature tentang keamanan berkendara memuat berita tentang kecelakaan di dalam paragraf inti.
Bacalah paragraf pembuka dari berita di bawah ini dan coba pahami apa maksudnya.
Saat masih di grade lima, John Brzozowski menjalani kehidupan yang normal. Ia bermain bola setiap sabtu, pergi ke gereja dan mengerjakan pekerjaan rumahnya. Tentang sebuah tugas PR dia menulis: “jika saja aku bisa membuat Santa mengabulkan dua permintaanku... 1. menghilangkan semua polusi udara. 2. Menyingkirakan semua pengedar narkoba dan memberitahu semua orang bahwa narkoba itu jahat sekali.”
Tetapi beberapa waktu lalu ibunya, Linda, mengatakan bahwa anak itu hilang. Pada suatu hari saat gerimis, John Brzozowski ditemukan tewas di mobilnya dan diduga karena over dosis heroin atau kokain, yang mengakhiri perjuangannya selama 6 bulan melawan narkoba. (Mellisa Borden, deSoto Eagle Eye, deSoto Highschool, deSoto Texas).
Dalam kalimat pembuka yang sederhana, penulis menyinggung fakta bahwa dalam satu titik kehidupan mungkin tak lagi normal bagi John Brzozowski. Kemudian dia menggambarkan keadaan anak normal yang menyadari persoalan. Kisah bahwa anak itu sangat mengetahui bahaya narkoba, namun dirinya sendiri ternyata sedang berjuang melawan anrkoba yang amat mengejutkan pembaca. Pembaca tahu bahwa berita ini adalah tentang perjuangan anak yang berjuang melawan narkoba selama 6 bulan. Pembaca sudah punya fokus dan kini siap untuk membaca seluruh berita.
Berita feature dapat ditata dalam bentuk apa saja dan bisa di tulis dengan panjang. Penulis sering menggunakan alat fiksi seperti ketegangan, kejutan, dialog, deskripsi, narasi dan klimaks dalam menegmbangkan isi berita feature jika dimungkinkan dan tepat.
Tujuan utamanya adalah membuat berita terus mengalir dan menarik pembaca tanpa henti. Susunlah berita sedemikian rupa sehingga pembaca dapat membaca dengan urutan logis.
Penataan susunan akan bervariasi bergantung pada tipe beritanya. berita feature dapat ditulis secara kronologis. Atau bisa juga dengan teknik flashback seperti dalam film. Jika penulis menggunakan elemen kejutan dan ketegangan, maka pikatlah perhatian pembaca dengan sedikit informasi sembari tetap mempertahankan ketertarikan pembaca. Ini adalah tugas yang amat sulit. Penulis feature harus menyusun outline struktur beritanya sebelum mereka menulis.
2.5 Contoh Feature
SEPAK BOLA TELAH MEMBERINYA BANYAK TEMAN
Ketika semua orang sibuk dengan aktivitasnya, di saat itu lahir seorang bayi laki-laki, tepat 20 tahun yang lalu. Fahrizal M. Rizky, begitu nama lengkap dari remaja ini, namun dia lebih sering disebut “Ipong” sebagai panggilan akrab remaja ini.
Remaja ini merupakan orang yang mempunyai rasa humor yang tinggi, dan mampu membangun suasana yang menyenangkan jika berbincang dengannya. Fahrizal merupakan remaja yang menyukai olahraga sepak bola atau pun futsal. Fahrizal adalah salah satu talenta muda dalam bidang sepak bola yang dimiliki Kota Bandung.
Agresif dan doyan bikin gol, itulah sosok Farizal M. Rizky. Penggawa tim Eight Production Bandung ini merupakan sosok yang sentral bagi permainan timnya.
Bagi Fahrizal, sepak bola adalah olahraga yang sangat menyenangkan baginya. Dia pun sangat serius untuk lebih memperbaiki teknik bermainnya. Menurutnya, dia mendapatkan banyak teman dari dunia sepak bola dan juga sepak bola sudah menjadi bagian hidupnya.
Selain berlatih bersama klubnya, Fahrizal juga berlatih dengan teman yang suka bermain sepak bola atau futsal juga. Itu menunjukkan bahwa dia adalah orang yang sangat friendly bagi siapa pun. Dia juga tidak sungkan untuk bermain dengan temannya yang tidak memilik skill yang bagus dalam permainannya bolanya.
Dia bertekad untuk menjadi pemain sepak bola yang profesional, sehingga ia mampu untuk meraih cita-cita yang diinginkannya sejak kecil itu. Berjuang demi sebuah cita-cita mungkin itulah yang ada dipikirannya.
Semua profesi pasti akan selalu ada hambatannya, hal itu juga yang sudah dipahami oleh seorang Fahrizal. Menjalani profesi sebagai pesepak bola  tidak membuat Fahrizal terbebas dari berbagai hambatan dan masalah. Terkadang dalam suatu pertandingan dia mendapatkan cedera atau pun sama sekali tidak diturunkan untuk bermain. Dengan senyum khasnya, Fahrizal terus bersabar menghadapi segala hambatan yang ia yakini sebagai hal yang wajar bila kita berada di dunia sepak bola.
Jika ada waktu luang atau tidak ada pertandingan, Fahrizal menggunakannya untuk berkumpul dengan keluarga maupun temannya. Ia selalu ingin menjalani hari demi hari menjadi semakin lebih baik.

BAB III

PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Feature dalam arti luas merupakan tulisan-tulisan di luar berita, dapat berupa tulisan ringan, berat, tajuk rencana, opini, sketsa, laporan pandangan mata dan sebagainya. Sedangkan dalam arti sempit, feature adalah tulisan yang sifatnya dapat menghibur, mendidik, memberi informasi, dan lain sebagainya mengenai aspek kehidupan dengan gaya yang bervariasi (Zain, 1993).
Feature merupakan berita yang berfungsi sama dengan berita umumnya, tetapi dengan gaya bahasanya yang terkesan seperti seni itu adalah ciri khas dari feature. Target yang ingin dicapainya adalah perasaan pembaca bukan rasio, seperti sasaran berita umumnya.
Adapun jenis-jenis feature, di antaranya: Feature Berita, Feature Artikel. Sedangkan berdasarkan tipenya, maka feature dapat dibedakan menjadi: Feature Human Interest (langsung sentuh keharuan, kegembiraan, kejengkelan atau kebencian, simpati dan sebagainya), Feature pribadi-pribadi menarik atau feature biografi, Feature Perjalanan, Feature Sejarah, yaitu tulisan tentang peristiwa masa lalu, Feature Petunjuk Praktis (Tips), artikel, Feature komunitas di majalah atau koran sekolah, Feature Interpretatif, Feature wawancara simposium.
Struktur tulisan feature umumnya disusun seperti kerucut terbalik, yang terdiri dari: a) Judul (head), b) Teras (Lead). Lead, intro atau teras feature, c)   Bridge atau jembatan antara lead dan body, d)Tubuh tulisan (Body), e) Penutup (ending).
Teknik Penulisan Feature terlebih dahulu reporter mengumpulkan informasi berita kemudian proses penulisan dan penyusunan berita. Dalam penulisan berita reporter harus menulis teras berita yang menarik, setelah itu, biasanya feature punya paragraf utama atau paragraf fokus sesudah teras berita. Paragraf inti atau fokus ini mengaitkan teras berita ke dalam fokus berita. Susunlah berita sedemikian rupa sehingga pembaca dapat membaca dengan urutan logis.
3.2  Saran
Menulis feature sama halnya menulis karya nonfiksi lain, namun feature ditulis dalam bentuk suatu informasi yang mengandung sisi human interest . Ada baiknya bagi yang ingin menulis feature harus memerhatikan terlebih dahulu teknik-teknik penulisannya agar mempermudah dalam menulis feature.


DAFTAR PUSTAKA


0 komentar:

Posting Komentar