FEATURE
Diajukan untuk memenuhi tugas matakuliah Cyber Media
Dosen
Drs. Patria Hidayat
DISUSUN OLEH :
Ramdhan Herdiansah
132050043
ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU
SOSIAL & ILMU POLITIK
UNIVERSITAS
PASUNDAN
2015
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi komunikasi telah
berpengaruh terhadap peran media massa cetak. Akibat perkembangan teknologi
ini, media massa menjadi dijauhi dan menyebabkan manusia purna aksara menjadi
buta aksara lagi. Hal ini disesalkan Marshall Mc Luhan, bahwa terdesaknya media
cetak oleh media elektronik mengakibatkan tersisihnya sastra sebagai salah satu
mata rantai komunikasi antar generasi. Namun dengan hadirnya media massa
elektronik tidak menghapus keberadaan media massa cetak, bahkan diperlukan.
Namun, persaingan antara media massa cetak dan media massa elektronik membuat
media masa cetak harus memiliki sesuatu yang berbeda dari media massa
elektronik. Di sinilah feature mengambil perannya dalam persaingan antar
jenis media ini. Feature sekarang ini merupakan sesuatu yang tidak bisa
tidak harus ada dalam surat kabar. Terutama dalam menghadapi persaingan dengan
media elektronik yang juga memiliki jenis feature udara.
Menulis features seperti halnya
menulis karya nonfiksi lainnya, seperti artikel, esai, laporan penelitian, dsb.
Ia tetap ditulis dengan menggunakan data atau referensi. Namun, ia sangat
berbeda dengan hard news di surat kabar. Features
cenderung dipaparkan secara hidup sebagai pengungkapan daya kreativitas,
kadang-kadang dengan sentuhan subjektivitas si penulis terhadap peristiwa,
situasi, dsb. Oleh karena itu pada makalah ini kami akan membahas tuntas
mengenai features.
1.1 Rumusan Masalah
·
Apa pengertian dari feature?
·
Apa jenis-jenis dan ciri-ciri dari penulisan feature?
·
Unsur-unsur apa saja yang terdapat dalam tulisan feature?
·
Bagaimana teknik menulis feature dan contohnya?
1.2 Tujuan Makalah
·
Mengetahui pengertian dari feature.
·
Mengetahui jenis dan ciri-ciri dari penulisan feature.
·
Menjabarkan unsur-unsur yang terdapat dalam tulisan feature.
·
Mengetahui teknik penulisan feature
beserta contohnya.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Feature
Feature dalam arti luas merupakan tulisan-tulisan di
luar berita, dapat berupa tulisan ringan, berat, tajuk rencana, opini, sketsa,
laporan pandangan mata dan sebagainya. Sedangkan dalam arti sempit, feature adalah tulisan yang sifatnya dapat
menghibur, mendidik, memberi informasi, dan lain sebagainya mengenai aspek
kehidupan dengan gaya yang bervariasi (Zain, 1993). Lebih jauh Zain
menjelaskan, beda feature dengan
tajuk rencana, feature mengemukakan
opininya tidak kentara, menggunakan contoh-contoh, pelukisan suasana, meminjam
pernyataan-pernyataan pihak yang bertanggung jawab dan lebih panjang, sedangkan
tajuk rencana lebih rasional dan sangat pendek. Beda feature dengan cerpen dari sisi isinya, feature berdasarkan fakta sebagian
nilai jurnalistik, sedangkan cerita pendek lebih condong ke fiksi.
Santana (2005) mengemukakan, feature itu merupakan suatu informasi yang human interest , terkait dengan ketertarikan dan minat orang tentang people (orang) dan things (pikiran orang itu), yang mungkin unusual (tidak lazim) dan ketidakbiasaan
itu yang membuat informasi tersebut menjadi menarik. Kisah human interest feature,menurut
Santana (2005) menjadi “hidup”, berwarna, ketika khalayak diajak membayangkan
rincian atau detail, latar belakang peristiwa, dan tindakan-tindakan terentu. Cara demikian
seakan-akan membawa pembaca media cetak, pendengar radio atau pemirsa televisi
ketempat kejadian. Mengikuti apa yang diketahui dan dirasakan penulis, seperti
sedih atau gembira.
Menurut Alexis McKinney, “Feature menemukan
dampaknya di luar bidang dasar-dasar penulisan berita straight news dan di luar who-what-where-why and how yang tanpa polesan. Keabsahan,
kekuatan, dan ciri pengenal feature terletak pada penetrasi
imaginasinya bukan pada pemisahannya dari kebenaran dan pada pelonggaran
kebenarannya, tetapi pada penembusannya ke dalam kebenaran yang khas dan khusus
yang menggugah perasaan ingin tahu, perasaan simpati, perasaan skeptic, perasaan
humor, perasaan cemas, atau perasaan takjub orang. Menulis sebuah feature dapat disebut sebagai presentasi
cerdas tentang fakta-fakta dan gagasan-gagasan sehingga fakta-fakta dan
gagasan-gagasan yang tidak kentara bisa menjadi pusat perhatian pengamat yang
sambil lalu.”
Sedangkan menurut Charnley, istilah feature sebenarnya mencakup juga beragam
berita yang mengandung isi yang nonimaginatif maupun yang nonemotif. Dalam arti
yang luas, katanya, akan amanlah jika dikatakan bahwa feature adalah berita yang bahannya dipilih untuk disajikan
terutama karena unsur beritanya bukan ditekankan pada aktualitas.
Menurut Wiliamson, “Feature
adalah tulisan kreatif yang terutama dirancang untuk memberi informasi sambil
menghibur tentang suatu kejadian situasi atau aspek kehidupan seseorang”.
Wiliamson menekankan pengertian feature
pada unsur kreativitas (dalam penciptaan), informatif (isinya) dan menghibur
(gaya penulisannya) dan boleh subyektif (penuturannya). Ketiga syarat utama ini
mutlak ada dalam feature, sedangkan
unsur subyektifitas tidak mutlak.
Feature merupakan tulisan
hasil reportase (peliputan) mengenai suatu objek atau peristiwa yang bersifat
memberikan informasi, mendidik, menghibur, meyakinkan, serta menggugah simpati
atau empati pembaca. (LeSPI, 1999-2000). Sisi-sisi kemanusiaan atau human
interest merupakan
aspek yang paling dominan dalam sebuah penulisan feature. Dalam
penulisan feature, penulis sering memasukkan unsur
kehendak, opini atau subyektifitas pandangan dari penulis itu sendiri. Opini
itu tersamar dalam pelukisan suasana, penggunaan contoh-contoh, serta
penyertaan nara sumber pilihan yang dapat dipertanggungjawabkan kredibilitasnya.
Feature dapat dikatakan juga sebagai artikel yang
kreatif, terkadang subyektif, yang dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi
informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian, keadaan atau aspek kehidupan. Feature memungkinkan reporter
‘’menciptakan’’ sebuah cerita. Meskipun masih diikat etika bahwa tulisan harus
akurat karangan fiktif dan khayalan tidak boleh, reporter bisa mencari feature dalam pikirannya, setelah
mengadakan penelitian terhadap gagasannya itu. Secara kasar karya jurnalistik
bisa dibagi menjadi tiga, pertama straight/spot News berisi materi penting yang
harus segera dilaporkan kepada publik (sering pula disebut breaking news)
Kedua, news feature, memanfaatkan
materi penting pada spot news, umumnya dengan memberikan unsur human/manusiawi
di balik peristiwa yang hangat terjadi atau dengan memberikan latarbelakang
(konteks dan perspektif) melalui interpretasi. Dan ketiga, feature bertujuan untuk menghibur melalui penggunaan materi yang
menarik tapi tidak selalu penting.
2.2.Ciri-Ciri Feature
1.
Lengkap
Sebuah feature disebut
lengkap bila menyatukan bagian-bagian fakta dari suatu peristiwa, dan memadukan
jalan pikiran penulisnya dalam bagian pendahuluan, rincian atau uraian , dan
kesimpulan atau penutup (punch).
2. Melawan
Kebasian
Feature dapat menjadi alat ampuh melawan
kebiasaan berita. berita hanya berumur 24 jam. Dengan feature,
sebuah berita dapat dipoles menjadi menarik kembali dan tetap aktual.
3. Non Fiksi
Feature merupakan pengungkapan fakta-fakta
yang dirangkai menjadi satu kesatuan dan memebrikan gambaran yang jelas dan
utuh kepada pembaca mengenai suatu peristiwa atau suatu objek.
4.
Bagian
Dari Media Massa
Sebuah feature harus
disajikan dalam media massa, baik cetak (surat kabar, majalah dan buletin) maupun
elektronik (televisi, radio, web dan blog)
5.
Panjang
tak Tentu
Belum ada ketentuan mengenai panjang pendeknya sebuah feature,
sehingga tulisanfeature sangat bervariasi tergantung
penulisnya. Panjang pendeknya sebuah feature tergantung pada penting-tidaknya peristiwa, menariknya
aspek yang diungkap, dan bagaimana penulis berusaha mewarnai feature sehingga memikat dari awal sampai
akhir.
2.3.Unsur-Unsur yang Terdapat Dalam Tulisan Features
2.3.1
Sifat-Sifat Feature
Feature merupakan berita yang berfungsi sama dengan
berita umumnya, tetapi dengan gaya bahasanya yang terkesan seperti seni itu
adalah ciri khas dari feature. Target yang ingin dicapainya
adalah perasaan pembaca bukan rasio, seperti sasaran berita umumnya.
Ada beberapa sifat feature menurut Tempo (1979:6-8) yaitu:
Ø
Kreatif (adanya unsur
kreativitas); Feature membutuhkan kreativitas penulisnya, dalam
mencari objek tulisan yang khas, yang kadang-kadang merupakan peristiwa biasa,
namun belum pernah atau jarang terungkap. Dalam penyusunan feature, penulis tidak terlalu
terikat pada tekhnik penyajian tertentu. Penyajian feature dapat berbeda-beda tergantung pada
kekhasan penulisnya. Kreativitas penulis sangat dituntut untuk menuturkan
informasi yang diperolehnya. Penyajian permasalahan dikembangkan dengan
kreativitas penulisnya. Kadang ada pakar yang menyebut feature lebih mendekati sastra. Persamaan
ini dilihat dari sudut pandang tekhnik penyajiannya yang membolehkan
pemanfaatan kreativitas. Kesamaan feature dengan sastra bukanlah dari sudut
data dan fakta. Dalam feature tetap dimuat data dan fakta yang
benar dan akurat.
Ø
Variatif (adanya unsur menghibur); Sebuah feature ditulis
dengan gaya penulisan yang variatif dengan mampu membangkitkan imajinasi
pembacanya. Diksi atau pilihan kata, komposisi atau rangkaian kata-kata, kalimat
dan paragrafnya, dari fakta-fakta yang diperoleh ditulis tidak monoton, hidup
dan variatif.
Feature disusun dengan penyajian yang bisa membuat
pembaca mengendorkan syaraf-syaraf yang tegang karena terlalu sibuk bekerja.
Karena disajikan dengan gaya santai, feature diharapkan dapat menghibur
pembaca. Feature adalah bentuk komunikasi yang
santai. Feature banyak ditemukan dalam surat kabar
mingguan. Sajiannya yang menghibur dapat membantu pembaca untuk menyegaran
kembali pemikirannya. Surat kabar mingguan tidak tepat kalau isinya banyak
berbentul berita langsung
Ø
Subyektif (adanya unsur
subjektivitas) ; Feature bersifat subyektif. Yakni sangat tergantung sudut pandang,
wawasan, intelektual, ketrampilan, dan karakter penulisnya. Dalam menyusun feature, penulis dibolehkan
memasukkan unsur subjektivitas. Ini dimaksudkan agar feature bisa lebih menarik dan tersaji
dengan lancar. Wartawan boleh memasukkan perasaan atau emosional sebatas untuk
memudahkan penyajian, pikiran, dan oemahaman terhadap permasalahan dalam feature. Subjektivitas pada feature hanya sebatas untuk memudahkan
penyajian, tidak untuk pengolahan data-data. Data-data yang subjektif hanya
terdapat dalam sastra. Inilah yang membedakan feature dengan sastra.
Ø
Informatif; Feature membantu pembaca dengan memperjelas
suatu keadaan untuk merasakan gambaran dari suaru kejadian, atau
mempengaruhinya bertindak atau percaya. Nilai informatif feature berbeda dengan berita langsung
yang benar-benar menyajikan informasi. Informasi dalam feature lebih mendalam dan lengkap. Feature disusun dan ditujukan untuk mengemukakan
informasi-informasi penting dan bermanfaat bagi pembaca. Feature memuat ibnformasi-informasi yang
mungkin diabaikan dalam penulisan berita langsung. Banyak persoalan yang tidak
layak menjadi berita atau reportase, namun perlu dan bermanfaat untuk diketahui
masyarakat. Yang cocok untuk mengungkapkan hal ini adalah dengan melalui feature.
2.3.2
Jenis-Jenis Feature
Adapun
jenis-jenis feature, di antaranya:
Ø Feature Berita
Tulisan
feature yang lebih banyak mengandung
unsur berita, berhubungan dengan peristiwa actual yang menarik perhatian
khalayak.
Ø Feature Artikel
Tulisan
feature yang lebih cenderung ke dalam
sastra. Biasanya dikembangkan dari sebuah berita yang tidak actual lagi atau
berkurang aktualitasnya. Misalnya, tulisan mengenai keadaan atau suatu
kejadian, seseorang, suatu hal, suatu pemikiran, tentang ilmu pengetahuan.dan
lain-lain yang dikemukakan sebagai laporan (informasi) yang dikemas secara
ringan dan menghibur.
Berdasarkan
tipenya, maka feature dapat dibedakan menjadi:
a. Feature Human Interest (langsung sentuh keharuan, kegembiraan,
kejengkelan atau kebencian, simpati dan sebagainya). Misalnya, cerita tentang
penjaga mayat di rumah sakit, liku-liku kehidupan seorang guru di daerah terpencil,
atau kisah seorang penjahat yang dapat menimbulkan kejengkelan.
b. Feature pribadi-pribadi menarik atau feature
biografi. Misalnya riwayat hidup seorang tokoh yang m,eninggal, tentang seorang
yang berprestasi, atau seseorang yang meiliki keunikan sehingga bernilai berita
tinggi.
c. Feature Perjalanan. Misalnya, kunjungan ke tempat bersejarah di dalam
atau di luar negeri, atau ke tempat yang jarang di kunjungi orang. Dalam feature jenis ini, biasanya unsure
subjektivitas menonjol, karena biasanya penulisnya yang terlibat langsung dalam
pweristiwa/ perjalanan itu mempergunakan “Aku”, “saya”, atau “kami” (sudut
pandang- point of view-orang pertama).
d. Feature Sejarah, yaitu tulisan tentang peristiwa masa lalu, misalnya peristiwa
proklamasi kemerdekaan, atau peristiwa keagamaan dengan memunculkan “tafsir
baru” sehinggga tetap terasa aktual untuk masa kini.
e. Feature Petunjuk Praktis (Tips), artikel, Guidance Feature, atau mengajarkan keahlian- how to do it. Misalnya tentang memasak,
merangkai bunga, membangu rumah, dan sebagainya.
f. Feature komunitas di majalah atua koran sekolah, biasanya tipe informatif
menghubungkan sekolah dengan bagian dari suatu komunitas yang berkaitan dengan
murid. Banyak koran sekolah dewasa ini mempunyai feature tentang aspek-aspek pengadilan remaja, kepolisian,
pendaftaran pemilu, unit gawat darurat rumah sakit, bahkan perawatan dirumah
dan panti jompo. Jika dipakai, semua subjek ini harus menarik bagi pembaca di
sekolah atau kampus.
g. Feature Interpretatif, yaitu menjelaskan beragam aspek sekolah atau
kampus, atau masyarakat pada umumnya, seperti pameran seni, pelajaran baru,
perubahan syarat nilai kelulusan, problem keuangan sekolah atau pemda., dan
sebagainya.
h. Feature wawancara simposium, adalah diskusi panel tentang topik terbaru yang
menarik pembaca. Beberapa contohnya adalah opini tentang sistem konseling,
informasi mahasiswa, uang jasa untuk dosen, persyaratan kelulusan dan lain
sebagainya. Latar belakang penulis harus dimasukkan dalam berita.
2.3.3
Struktur Feature
Struktur tulisan feature
umumnya disusun seperti kerucut terbalik, yang terdiri dari:
1. Judul (head)
2. Teras (Lead). Lead, intro atau teras feature, berisi hal terpenting untuk
menarikl perhatian pembaca pada suatu hal yang akan dijadikan sudut pandang
dimualinya penulisan
3. Bridge atau jembatan
antara lead dan body
4. Tubuh tulisan
(Body)
5.
Penutup (ending) yang biasanya mengacu kepada lead,
menimbulkan kenangan atau kengerian, menyimpulkan yang telah diceritaakan atau
mengajukan pertanyaan tanpa
2.4. Teknik
Penulisan Feature
Setelah reporter mengumpulkan informasi berita, maka selanjutnya adalah
proses penulisan dan penyusunan berita. Reporter harus menulis teras berita
yang pendek tetapi menarik bagi pembaca sehingga mereka tidak cepat-cepat
beralih ke berita lain.
Teras dari tulisan feature bukan
ringkasan isi berita. Teras feature sering kali berisi contoh, kisah
ringan atau pernyataan yang membuka nuansa berita. Teras berita yang unik,
mencolok dan menarik dapat diaplikasikan saat menulis tulisan feature. Ketika reporter telah menyelesaikan wawancara
dan observasi, dia harus memilih teras berita berdasarkan pertimbangan:
Ø Bagian apa yang paling berpengaruh?
Ø Kisah apa yang ingin disampaikan?
Ø Apa yang membuat tulisan feature dapat
dikatakan “kisah ini benar-benar menarik”?
Biasanya, feature punya paragraf utama atau
paragraf fokus sesudah teras berita. Paragraf inti atau fokus ini mengaitkan
teras berita ke dalam fokus berita. Paragraf inti membantu pembaca memahami
point utama berita dan memberi alasan bagi pembaca mengapa ia harus membaca
berita tersebut. Paragraf utama akan memuat isi berita terkini jika berita feature
ini dikaitkan dengan suatu kejadian. Mislnya, feature tentang
keamanan berkendara memuat berita tentang kecelakaan di dalam paragraf inti.
Bacalah paragraf pembuka dari berita di bawah
ini dan coba pahami apa maksudnya.
Saat masih di grade
lima, John Brzozowski menjalani kehidupan yang normal. Ia bermain bola setiap
sabtu, pergi ke gereja dan mengerjakan pekerjaan rumahnya. Tentang sebuah tugas
PR dia menulis: “jika saja aku bisa membuat Santa mengabulkan dua
permintaanku... 1. menghilangkan semua polusi udara. 2. Menyingkirakan semua
pengedar narkoba dan memberitahu semua orang bahwa narkoba itu jahat sekali.”
Tetapi beberapa
waktu lalu ibunya, Linda, mengatakan bahwa anak itu hilang. Pada suatu hari
saat gerimis, John Brzozowski ditemukan tewas di mobilnya dan diduga karena
over dosis heroin atau kokain, yang mengakhiri perjuangannya selama 6 bulan
melawan narkoba. (Mellisa Borden, deSoto Eagle Eye, deSoto
Highschool, deSoto Texas).
Dalam kalimat pembuka yang sederhana, penulis
menyinggung fakta bahwa dalam satu titik kehidupan mungkin tak lagi normal bagi
John Brzozowski. Kemudian dia menggambarkan keadaan anak normal yang menyadari
persoalan. Kisah bahwa anak itu sangat mengetahui bahaya narkoba, namun dirinya
sendiri ternyata sedang berjuang melawan anrkoba yang amat mengejutkan pembaca.
Pembaca tahu bahwa berita ini adalah tentang perjuangan anak yang berjuang
melawan narkoba selama 6 bulan. Pembaca sudah punya fokus dan kini siap untuk
membaca seluruh berita.
Berita feature dapat ditata dalam
bentuk apa saja dan bisa di tulis dengan panjang. Penulis sering menggunakan
alat fiksi seperti ketegangan, kejutan, dialog, deskripsi, narasi dan klimaks
dalam menegmbangkan isi berita feature jika dimungkinkan dan tepat.
Tujuan utamanya adalah membuat berita terus
mengalir dan menarik pembaca tanpa henti. Susunlah berita sedemikian rupa
sehingga pembaca dapat membaca dengan urutan logis.
Penataan susunan akan bervariasi bergantung
pada tipe beritanya. berita feature dapat ditulis secara kronologis.
Atau bisa juga dengan teknik flashback seperti dalam film. Jika penulis
menggunakan elemen kejutan dan ketegangan, maka pikatlah perhatian pembaca
dengan sedikit informasi sembari tetap mempertahankan ketertarikan pembaca. Ini
adalah tugas yang amat sulit. Penulis feature harus menyusun outline struktur
beritanya sebelum mereka menulis.
2.5 Contoh Feature
SEPAK BOLA TELAH MEMBERINYA BANYAK TEMAN
Ketika
semua orang sibuk dengan aktivitasnya, di saat itu lahir seorang bayi
laki-laki, tepat 20 tahun yang lalu. Fahrizal M. Rizky, begitu nama lengkap
dari remaja ini, namun dia lebih sering disebut “Ipong” sebagai panggilan akrab
remaja ini.
Remaja
ini merupakan orang yang mempunyai rasa humor yang tinggi, dan mampu membangun
suasana yang menyenangkan jika berbincang dengannya. Fahrizal merupakan remaja
yang menyukai olahraga sepak bola atau pun futsal. Fahrizal adalah salah satu
talenta muda dalam bidang sepak bola yang dimiliki Kota Bandung.
Agresif
dan doyan bikin gol, itulah sosok Farizal M. Rizky. Penggawa tim Eight
Production Bandung ini merupakan sosok yang sentral bagi permainan timnya.
Bagi
Fahrizal, sepak bola adalah olahraga yang sangat menyenangkan baginya. Dia pun
sangat serius untuk lebih memperbaiki teknik bermainnya. Menurutnya, dia
mendapatkan banyak teman dari dunia sepak bola dan juga sepak bola sudah
menjadi bagian hidupnya.
Selain
berlatih bersama klubnya, Fahrizal juga berlatih dengan teman yang suka bermain
sepak bola atau futsal juga. Itu menunjukkan bahwa dia adalah orang yang sangat
friendly bagi siapa pun. Dia juga tidak
sungkan untuk bermain dengan temannya yang tidak memilik skill yang bagus dalam permainannya bolanya.
Dia
bertekad untuk menjadi pemain sepak bola yang profesional, sehingga ia mampu
untuk meraih cita-cita yang diinginkannya sejak kecil itu. Berjuang demi sebuah
cita-cita mungkin itulah yang ada dipikirannya.
Semua
profesi pasti akan selalu ada hambatannya, hal itu juga yang sudah dipahami
oleh seorang Fahrizal. Menjalani profesi sebagai pesepak bola tidak membuat Fahrizal terbebas dari berbagai
hambatan dan masalah. Terkadang dalam suatu pertandingan dia mendapatkan cedera
atau pun sama sekali tidak diturunkan untuk bermain. Dengan senyum khasnya, Fahrizal
terus bersabar menghadapi segala hambatan yang ia yakini sebagai hal yang wajar
bila kita berada di dunia sepak bola.
Jika ada waktu luang atau tidak ada pertandingan,
Fahrizal menggunakannya untuk berkumpul dengan keluarga maupun temannya. Ia
selalu ingin menjalani hari demi hari menjadi semakin lebih baik.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Feature dalam arti
luas merupakan tulisan-tulisan di luar berita, dapat berupa tulisan ringan,
berat, tajuk rencana, opini, sketsa, laporan pandangan mata dan sebagainya.
Sedangkan dalam arti sempit, feature adalah tulisan yang sifatnya dapat
menghibur, mendidik, memberi informasi, dan lain sebagainya mengenai aspek
kehidupan dengan gaya yang bervariasi (Zain, 1993).
Feature merupakan
berita yang berfungsi sama dengan berita umumnya, tetapi dengan gaya
bahasanya yang terkesan seperti seni itu adalah ciri khas dari feature. Target
yang ingin dicapainya adalah perasaan pembaca bukan rasio, seperti sasaran
berita umumnya.
Adapun
jenis-jenis feature, di antaranya: Feature Berita, Feature
Artikel. Sedangkan berdasarkan
tipenya, maka feature dapat dibedakan
menjadi: Feature Human
Interest (langsung sentuh keharuan, kegembiraan,
kejengkelan atau kebencian, simpati dan sebagainya), Feature
pribadi-pribadi menarik atau feature
biografi, Feature Perjalanan, Feature Sejarah,
yaitu tulisan tentang peristiwa masa lalu, Feature Petunjuk
Praktis (Tips), artikel, Feature
komunitas di majalah atau koran sekolah, Feature
Interpretatif, Feature wawancara
simposium.
Struktur
tulisan feature umumnya disusun
seperti kerucut terbalik, yang terdiri dari: a) Judul (head), b) Teras (Lead). Lead, intro atau teras feature, c) Bridge
atau jembatan antara lead dan body, d)Tubuh tulisan (Body), e) Penutup (ending).
Teknik
Penulisan Feature terlebih dahulu reporter mengumpulkan informasi berita kemudian proses
penulisan dan penyusunan berita. Dalam penulisan berita reporter harus menulis
teras berita yang menarik, setelah itu, biasanya feature punya paragraf
utama atau paragraf fokus sesudah teras berita. Paragraf inti atau fokus ini
mengaitkan teras berita ke dalam fokus berita. Susunlah berita sedemikian rupa
sehingga pembaca dapat membaca dengan urutan logis.
3.2 Saran
Menulis feature sama halnya menulis karya
nonfiksi lain, namun feature ditulis
dalam bentuk suatu informasi yang mengandung sisi human interest . Ada baiknya bagi yang ingin menulis feature
harus memerhatikan terlebih dahulu teknik-teknik penulisannya agar mempermudah
dalam menulis feature.
DAFTAR PUSTAKA